Kartu nama

Sudah kali kedua saya memesan kartu nama di kartunama.net. Pelayanan memuaskan, cepat dan terlebih lagi desain kartu namanya ada gambar giginya! Pasien saya juga banyak yang suka :)

Kartu nama 1

 

Kartu nama 2

Nasihat, bukan ancaman

Berikan pengertian, bukan pembodohan. Judul artikel di majalah Dental &Dental menggelitik saya untuk sharing tentang pentingnya orang tua dalam memerangi ketakutan anak terhadap dokter gigi.

Tiga tahun sudah saya menekuni praktek dokter gigi anak dan masih sering saya dengar ucapan orang tua, “Hayo, jangan nakal! Nanti dicabut lho giginya sama dokter Mia”. Ucapan seperti itu bahkan sudah sering saya dengar sedari saya kecil. Persepsi yang tidak berubah, ke dokter gigi ataupun giginya dicabut sebagai ‘punishment’. Padahal anak di usia 2-6 tahun adalah masa-masa menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Apa yang ditangkap? Dokter gigi itu jahat, kerjaannya menghukum anak. Dicabut gigi itu sakit. Hal-hal sepele namun membekas, akibatnya pada waktu gigi susu goyang dan oerlu dicabut, anak akan berontak setengah mati. Tidak mau pergi ke dokter gigi. Padahal gigi susu dicabut tentu tidak sembarang cabut dan perlu dicabut demi kelangsungan pertumbuhan gigi permanen si anak.

Anak jaman sekarang sudah tidak perlu lagi ditakut-takuti, mereka lebih bisa menerima masukan dan nasihat. Jadi saat tiba waktunya mereka ke dokter gigi, anak-anak tidak merasa sebagai pihak yang tertuduh. Pekerjaan dokter gigi dan orang tuapun menjadi lebih senang. Orang tua lega, anakpun riang.

Sekian sharing saya, mudah-mudahan bisa membantu.

Me and Tumbletots

Suatu pagi saya mendapat telpon dari Tumbletots yang mengajak saya bekerja sama untuk memberikan Dental Health Education / penyuluhan bagi anak TK di sana. Wah senangnya! Setelah berdiskusi akhirnya tanggal 10 dan 11 saya bersama teman saya Sarah yang juga pedodontist mengadakan penyuluhan, sikat gigi bersama dan pemeriksaan gigi di Tumbletots.

Dari sekolahnya sendiri,guru-guru Tumbletots sangat kooperatif demikian pula dengan semua murid . Padahal ada yang berusia 2 tahun lho, walau ada beberapa yang begitu saya masuk ruangan langsung nangis ;p namanya juga anak-anak.

Dental Health Education gunanya sendiri agar anak menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini. Dengan gambar gigi dari mini poster yang saya berikan kiranya anak bisa menyikat gigi teratur dan juga membuka mata mereka bahwa dokter gigi tidaklah seseram yang mereka sangka. Setelah penyuluhan kami juga mengadakan sikat gigi bersama dan cek gigi beserta rongga mulut. 95% anak mengikuti semua rangkaian acara dengan baik, Good job Tumbletots. Di bawah ini saya sharing hasil kegiatan kami tanggal 10 dan 11 Maret lalu.

Duduk manis menyimak penyuluhan

Antusias menjawab pertanyaan

Ini gigi apa ya Miss? Gede banget

Gigi saya bersih kan tante? :)

Sikat gigi dengan tante Sarah

Sesi tanya jawab dengan orang tua murid

Narsisnya teteup :)

Cabut gigi anak, susah-susah gampang

Menjadi dokter gigi anak bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi kalau yang menangani pasien yang ‘luar biasa’. Luar biasa bandel, luar biasa takut, luar biasa manja. Nah, ini menjadi tantangan tersendiri buat saya dan pasti ini juga berlaku bagi teman-teman drg lainnya.

pict taken from : getty images

Suatu kali saya mendapat pasien anak-anak, usia 6 tahun dengan keluhan gigi goyang dan gigi permanennya sudah tumbuh. Jadi mau tidak mau harus dicabut. Sebut saja namanya Adi, ia anak tunggal dan sepertinya lumayan dimanja oleh kedua orang tuanya. Untuk  melihat giginya saja sudah butuh perjuangan yang lumayan ekstra. 15 menit untuk bisa duduk di dental chair setelah berguling-guling di lantai,  kejar-kejaran di ruang tunggu pasien dengan sang bunda, bahkan sedikit cubitan dari bapaknya.

Dipangku bundanya ternyata lumayan menenangkan si Adi.

“Gimana Adi? Udah gpp kan? Tante Mia cabut ya giginya, boleh kan?”

Adi melirik wajah ayahnya yang sudah pasang tampang sangar.

“Iya deh tante, dicabut aja, tapi ga sakit kan????”

“Ga kok, percaya deh, kaya digigit semut. Sekarang pake yang dingin-dingin dulu ya biar ga berasa sakit waktu dicabut”

“Janji tante, ga sakit ya”

*pasang senyum lebar* “Iya Adi, sakit dikit aja kok”

Setelah semprot-semprot Chlor Ethyl (obat bius ringan untuk cabut, terasa dingin saat ditempelkan ke sekitar gigi), eh ternyata Adi berontak lagi. “Takuut”, ia menjerit dan menangis.

Jiaaah.. Ngerayu ulang nih jadinya. 10 menit berlalu. Kembali saya mengulang semprot CE. Eh ga bisa juga, Adi selalu berontak, padahal sudah dipegang ayahnya, tapi mungkin karena anak tunggal jadi ayahnya gemes dan kurang tega. Sampai setengah jam dan menghabiskan seperempat botol CE saya menyerah.

“Adi, niat cabut beneran ga? Kalau ga mau lain kali aja, kan sayang obat tante mahal-mahal kebuang percuma?”

“Ga berani tante, lain kali aja”

Perjuangan saya setengah jam lebih tidak berhasil. Gemes juga sih, kasus gampang tapi tidak berhasil. Seminggu kemudian Adi dan kedua orang tuanya datang lagi.

“Dok, coba lagi deh, Adi sudah kami bujuk akan dibelikan mobil kalau mau cabut”, ujar si ayah.

Siplah. Mari dilihat peruntungan saya kali ini.

Adi sudah duduk manis di pangkuan ayahnya, tapi begitu ia melihat saya menyemprotkan Chlor Ethyl di tampon langsunglah ia teriak, “Dokteeerrr!!! Jangan pake semprot-semprotan lagi tante dokterr, Tolong dokteeerrr. Takuuuttt, lagian kan dokter bilang itu mahal obatnya, ga usah pake itu ya doookk!!!”

Ampun dije deh, dari yang gemes saya dan orang tua Adi malah ketawa. Siyall, pinter juga ini anak :p

Moral Lesson from me : Sedari kecil walaupun tidak sakit gigi sebaiknya anak sekali-sekali diajak orang tua berkunjung ke dokter gigi. Sekedar untuk melihat-lihat dan mengenal dokter gigi. Jadi ketika ia datang tidak dengan keadaan ‘sakit’ dan harus dilakukan tindakan yang menurutnya berbahaya.

 

Bunda, gigiku tumbuh!

Pada umumnya gigi bayi mulai tumbuh pada bulan keenam, biasanya diawali dengan benjolan di bawah gusi. Dua gigi depan bagian bawah biasanya mucul terlebih dahulu, lalu segera diikuti dengan dua gigi depan bagian atas.

Saat bayi berusia 1 tahun jumlah gigi berkisar dari 4-8 buah. Gigi akan tumbuh lengkap ketika anak berusia 2 tahun. Gigi geraham yang berfungsi untuk mengunyah makanan merupakan gigi yang terakhir tumbuh. Total gigi susu anak berjumlah 20, 10 di rahang atas dan 10 lagi di rahang bawah.

Tabel pertumbuhan gigi anak

Gambar di atas memperlihatkan urutan tumbuh dan perkiraan usia munculnya gigi tersebut. Namun perlu diingat juga gigi bisa saja tumbuh sebelum bayi berusia 6 bulan atau malah lebih lambat.

Bayi menjadi rewel dan badannya panas saat gigi tumbuh? Bunda tak usah cemas, hal itu wajar saja. Semua itu tergantung dari daya tahan tubuh bayi masing-masing. Gigi yang menembus gusi bisa menimbulkan rasa sakit dan tak nyaman sehingga anak rewel.

Ciri-ciri lain saat anak tumbuh gigi :

- Gusi terasa gatal, sehingga anak sering menggigit-gigit benda yang ada di sekitarnya. Nah, saat ini bunda harus lebih telaten mengawasi anak agar ia tidak sembarang menggigit barang. Lebih baik diberikan teether untuk mengurangi rasa gatal dan sakit.

- Lebih sering keluar liur atau biasa disebut ngeces.

- Gusi kemerahan

- Susah makan

Apa yang harus bunda lakukan?

- Jika demam berlanjut berikan obat penurun panas dan penghilang rasa sakit seperti paracetamol sirup.

- Teether dimasukkan kulkas terlebih dahulu, sehingga saat anak menggigit ada sensasi yang berbeda di mulutnya.

Anak dan teethernya

- Berikan lebih banyak perhatian dan kasih sayang, karena anak cenderung rewel dan minta perhatian lebih.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.