Berikan pengertian, bukan pembodohan. Judul artikel di majalah Dental &Dental menggelitik saya untuk sharing tentang pentingnya orang tua dalam memerangi ketakutan anak terhadap dokter gigi.

Tiga tahun sudah saya menekuni praktek dokter gigi anak dan masih sering saya dengar ucapan orang tua, “Hayo, jangan nakal! Nanti dicabut lho giginya sama dokter Mia”. Ucapan seperti itu bahkan sudah sering saya dengar sedari saya kecil. Persepsi yang tidak berubah, ke dokter gigi ataupun giginya dicabut sebagai ‘punishment’. Padahal anak di usia 2-6 tahun adalah masa-masa menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Apa yang ditangkap? Dokter gigi itu jahat, kerjaannya menghukum anak. Dicabut gigi itu sakit. Hal-hal sepele namun membekas, akibatnya pada waktu gigi susu goyang dan oerlu dicabut, anak akan berontak setengah mati. Tidak mau pergi ke dokter gigi. Padahal gigi susu dicabut tentu tidak sembarang cabut dan perlu dicabut demi kelangsungan pertumbuhan gigi permanen si anak.

Anak jaman sekarang sudah tidak perlu lagi ditakut-takuti, mereka lebih bisa menerima masukan dan nasihat. Jadi saat tiba waktunya mereka ke dokter gigi, anak-anak tidak merasa sebagai pihak yang tertuduh. Pekerjaan dokter gigi dan orang tuapun menjadi lebih senang. Orang tua lega, anakpun riang.

Sekian sharing saya, mudah-mudahan bisa membantu.